SELAYANG PANDANG TENTANG SDIT WILDAN

الْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَهُ

 أَمَّا بَعْدُ

Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah(bertauhid), yaitu bahwa ia mengenal Allah sebagai Rabb-nya dan siap untuk menjalankan islam. Dan ketika bertemu dengan Rabb-nya di akhirat kelak, hanya orang-orang yang bertauhidlah yang akan selamat.

Bertolak dari hal tersebut, maka nampaklah betapa pentingnya kita selalu menjaga fitrah tersebut agar senantiasa berada diatas tauhid dan menetapi jalan islam serta tidak menyimpang dari keduanya dalam kondisi apapun, meski zaman dimana tidak semua orang mampu beristiqamah di atas keduanya.

Lembaga pendidikan adalah salah satu sarana terpenting yang sangat besar perannya dalam menentukan arah setiap anak dalam hidupnya.

Maka sadar akan pentingnya wadah pendidikan ini, kami membentuk lembaga pendidikan yang berupaya mengajak setiap peserta didik agar senantiasa kokoh di atas manhaj yang shahih dan kreatif dalam metode pembelajaran.

Maka terbentuklah SDIT WILDAN yang bernaung dibawah YAYASAN AR-RISALAH BEKASI.

Dengan terbentuknya wadah pendidikan ini, kami mengajak kaum muslimin –khususnya yang berdomisili di Bintara dan sekitarnya- untuk turut serta didalamnya demi menghidupkan dakwah sunnah berdasarkan pemahaman para pendahulu umat ini yang telah mendapat jaminan Allah dan Rasul-Nya akan keselamatan mereka, baik aqidah dan ibadah maupun mu’amalah serta seluruh lini kehidupan mereka. Karena umat ini tidak mungkin baik, kecuali dengan apa yang telah membuat baik para pendahulunya.

SDIT WILDAN adalah program pendidikan untuk putera-puteri kaum muslimin yang materinya sama dengan pesantren namun tidak mukim dan lebih dari SDIT biasa dengan biaya terjangkau.

Materi pelajaran mencakup semua materi agama yang sesuai sunnah & semua materi umum sesuai kurikulum Diknas.

Dalam pemberian setiap materi diupayakan agar peserta didik menyadari pentingnya takwa dalam segala hal dan menekankan penanaman aqidah serta akhlaq yang shahih sesuai sunnah.

Wallahu a’lam bishshawaab

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.